Makalah Diskusi

alt/text gambar alt/text gambar alt/text gambar alt/text gambar
Hai Indonesia..........
Kali ini saya akan membuat makalah "Diskusi" bahasa Indonesia.
 
MAKALAH BAHASA INDONESIA (DISKUSI)




Disusun Oleh :

Darwin Sitanggang

Rika Permatasari Simarmata

Pajak B










Sekolah Tinggi Akuntansi Negara
Program Diploma 1 Keuangan
Tahun 2014

KATA PENGANTAR


Puji syukur penulis ucapkan kepada Tuhan Yang Maha Esa karena berkat dan rahmat-Nya berupa kemudahan dan kelancaran serta petunjuk-Nya yang diberikan sehingga penulis dapat menyelesaikan tugas makalah ini.
Terima kasih kami ucapkan kepada Guru Pembimbing Bahasa Indonesia yang telah membimbing kami dan teman-teman yang telah membantu kami dalam menyelesaikan tugas makalah ini. Kami berharap, semua pihak pembaca dapat mendukung kami, dan memberikan kami saran dan kritik agar kami dapat membuat Makalah yang lebih baik dari ini.
Akhir kata, kami ucapkan terima kasih. Kami mohon maaf jika ada kesalahan dalam penulisan kami.






















DAFTAR ISI



 







BAB I

PENDAHULUAN


A.         Latar Belakang


Keterampilan berbicara dalam ragam budaya masyarakat Indonesia kini bisa terwujud dalam berbagai bentuk, di antara rutinitas kegiatan berbicara dalam kehidupan manusia sehari-hari. Apabila dirunut dari aspek tujuan, tempat, waktu, pihak yang terlibat, serta sarana yang dipergunakan, kegiatan berbicara menurut G. Sukadi (1997) dapat dibedakan menjadi; obrolan;  musyawarah/rapat; diskusi; dan debat.
Kegiatan obrolan bercirikan: dilakukan tanpa tujuan yang pasti, sebab pada umumnya dilakukan untuk menambah keakraban, memperluas pergaulan, atau bahkan hanya untuk mengisi waktu luang; dapat dilakukan di mana pun, dalam situasi bagaimanapun; bisa dilaksanakan kapan pun, dalam batas waktu tak tertentu; dapat dilakukan oleh siapa pun dengan siapa saja, tanpa klasifikasi dan kesamaan arah; dan tidak memerlukan sarana dan fasilitas Keterampilan baerbahasa memiliki empat komponen salah satunya komponen berbicara. Kemampuan berbicara berkembang setelah keterampilan menyimak. Kegiatan berbicara sangat berhubungan dengan ekspresi lisan sehingga kemampuan berbicara berhubungan erat dengan perkembangan kosa kata yang diperoleh sang anak, dimulai dari kosakata lalu membentuk kalimat kemudian membentuk sebuah paragraph. Banyak cara yang dilakukan dalam kegiatan meningkatkan berbicara yang efektif dan lugas bagi peserta didik salah satunya diskusi kelompok.
Diskusi kelompok sangat bermanfaat bagi perkembangan kemampuan berbicara sang anak, dimana anak di latih  untuk berpikir secara kritis  karena salah satu tujuan dari diskusi kelompok yaitu untuk memecahkan suatu permasalahan melalui proses berpikir kelompok. Pada intinya, Diskusi kelompok adalah suatu kegiatan kerja sama atau aktifitas untuk menyelesaikan suatu permasalahan melalui proses berpikir kelompok yang mengandung langkah-langkah dasar tertentu yang harus di patuhi oleh seluruh kelompok.
Diskusi kelompok merupakan salah satu cara dimana manusia dapat mengemukakan beberapa pendekatan untuk mengetahui keseluruhan suatu pokok pembicaraan adalah dengan jalan mengetahui segala hal yang dikatakan oleh orang yang mempunyai pendapats yang berbeda dan pengalaman-pengalaman yang berbeda kemudian di arahkan dengan satu tujuan pemikiran yang sama secara berkelompok.


 

B.     Rumusan Masalah

Perumusan masalah dalam makalah ini akan dijelaskan dalam berbagai rumusan berikut, yakni :
1.      hakekat diskusi;
2.      fungsi diskusi; dan
3.      jenis diskusi.

 

C.    TUJUAN PEMBAHASAN

Tujuan pembuatan makalah ini adalah agar kita semua dapat mengetahui bagaimana teknik diskusi yang baik dan dapat  mengatasi masalah dalam diskusi  sehingga memperoleh hasil yang baik dan memuaskan.
Melalui metode diskusi, tujuan pengajaran selain untukmencari dan menemukan jawaban yang benar dan setepat-tepatnyajuga dimaksudkan untuk:
1.       dapat menemukan cara baru yang ditempuh dalam menyelesaikanmasalah yang dihadapi bersama.
2.       mengumpulkan fakta dan pendapat-pendapat dari para peserta ataupihak yang diminta keterangan.
3.       merumuskan hasil diskusi dan kemungkinan tindak lanjut yangdapat direalisasikan.







BAB II

PEMBAHASAN

1.     Hakikat Diskusi

Secara etimologis kata diskusi berasal dari bahasa Latin discussio, discussi, atau discussum yang berarti memeriksa, memperbincangkan, dan membahas. Dalam bahasa Inggris, discussion berarti perundingan atau pembicaraan, sedangkan dalam bahasa Indonesia, sebagai istilah, diskusi berarti proses bertukar pikiran antara dua orang atau lebih tentang suatu masalah untuk mencapai tujuan tertentu.
Kegiatan diskusi dapat dilakukan oleh dua orang ataupun lebih, puluhan, bahkan ratusan atau ribuan, dalam situasi resmi ataupun tak resmi; dengan persiapan yang matang dan terencana disertai dengan aturan yang jelas, atau kegiatan berbicara di tempat tak resmi dengan tujuan tertentu; berbicara boleh berbeda; tetapi tetap merupakan satu kesatuan,; menghasilkan ide-ide meskipun berbeda, tetapi tetap satu tujuan, bukan kehendak pribadi, melainkan tujuan kelompok, diwarnai dialog, tanya jawab, atau saling tukar pendapat, beradu argumentasi dengan bukti dan alasan, boleh ada penolakan pendapat atau gagasan, memberi tanggapan, saran, kritik, dan usul, di sisi lain dapat dikemukakan informasi lengkap dan terperinci membawa hasil baik berupa kesimpulan, kesepakatan, pemikiran alternatif, dan lain-lain sebagai hasil pemikiran bersama.

2.     Fungsi Diskusi


Adapun fungsi dari metode diskusi adalah:
1.       mendorong siswa untuk berpikir dan mengeluarkan pendapatnyadengan dasar argumentasi yang kuat dan akurat.
2.       mengembangkan daya imajinasi dan intuitif serta daya pikir yangkritis.
3.       sebagai bahan masukanyang sangat berharga bagi seorang guru atau pimpinan sekolah.

 

3.     Jenis Diskusi


Adapun jenis-jenis diskusi antara lain :
a)      Seminar
Seminar bisa diartikan sebuah bentuk pengajaran akademis (pembahasan masalah secara ilmiah). Baik diberikan di sebuah universitas, oleh organisasi tertentu atau diberikan oleh profesional.

Seminar biasanya fokus pada sebuah suatu topik tertentu yang khusus (sama seperti training), di mana mereka yang hadir dapat berpartisipasi secara aktif. Dalam membahas masalah, tujuannya adalah mencari suatu pemecahan, oleh karena itu suatu seminar selalu diakhiri dengan kesimpulan atau keputusan-keputusan yang merupakan hasil pendapat bersama, yang kadang-kadang diikuti dengan resolusi atau rekomendasi. Pembahasan dalam seminar memakan waktu yang lebih lama karena sifatnya yang ilmiah.
b)      Training
Training jika diartikan dalam bahasa Indonesia artinya pelatihan. Dengan definisi seperti itu sudah sangat jelas bahwa kita benar-benar akan praktek. Training bersifat “learning by doing”, dipandu oleh si pelatih dan anda praktik apa yang diajarkan.
c)       Sarasehan / Simposium
Secara Umum, Simposium adalah serangkaian pidato pendek di depan pengunjung dengan seorang pemimpin. Simposium menampilkan beberapa orang pembicara dan mereka mengemukakan aspek-aspek pandangan yang berbeda dan topik yang sama. Dapat juga terjadi, suatu topik persoalan dibagi atas beberapa aspek, kemudian setiap aspek disoroti tersendiri secara khusus, tidak perlu dari berbagai sudut pandangan.
Pembicara dalam simposium terdiri dari pembicara (pembahas utama) dan penyanggah (pemrasaran banding), di bawah pimpinan seorang moderator. Pendengar diberi kesempatan untuk mengajukan pertanyaan atau pendapat setelah pembahas utama dan penyanggah selesai berbicara.
d)      Diskusi Panel
Panel merupakan salah satu bentuk diskusi yang sudah direncanakan tentang suatu topik di depan para pengunjung. Diskusi panel dibawakan oleh 3 - 6 orang yang dianggap ahli yang dipimpin oleh seorang moderator.
Para panelis berdiskusi sedemikian rupa, sehingga para pengunjung dapat mengikuti pembicaraan mereka. Pengunjung hanya berfungsi sebagai pendengar, oleh karena itu pengunjung yang begitu besar jumlahnya dianggap sebagai kelompok yang diajar oleh suatu regu guru
e)      Rapat
Rapat merupakan alat/media komunikasi kelompok yang bersifat tatap muka dan sangat penting, diselenggarakan oleh banyak organisasi, baik swasta maupun pemerintah untuk mendapatkan mufakat melalui musyawarah untuk pengambilan keputusan. Jadi rapat merupakan bentuk komunikasi yang dihadiri oleh beberapa orang untuk membicarakan dan memecahkan permasalahan tertentu, dimana melalui rapat berbagai permasalahan dapat dipecahkan dan berbagai kebijaksanaan organisasi dapat dirumuskan.
f)       Kongres
Kongres dapat didefinisikan sebagai berikut :
1.       pertemuan besar para wakil organisasi (politik, sosial, profesi) untuk mendiskusikan dan mengambil keputusan mengenai pelbagai masalah, muktamar, rapat besar;
2.       Pertemuan wakil-wakil negara untuk membicarakan satu masalah;
3.       dewan legislatif yg terdiri atas senat dan dewan perwakilan di Amerika Serikat, yang pada dasarnya bertugas mengawasi dan mencocokkan kegiatan pemerintah

g)      Mukhtamar
Pada dasarnya istilah mukhtamar memiliki makna yang sama dengan istilah kongres, musyawarah atau konferensi , hanya saja istilah ini lebih dikenal di kalangan organisasi-organisasi islam. Misalnya : mukhtamar muhamadiyah, mukhtamar nahdatul ulama dan lain sebagainya.
h)      Pembekalan
Pembekalan juga merupakan suatu bentuk pertemuan yang bertujuan memberikan pendidikan dan pelatihan (diklat) kepada pra peserta agar mereka memiliki wawasan yang lebih luas berkaitan dengan lingkup kerja mereka. Pembekalan juga dapat diberikan kepada para kader partai politik agar mereka lebih memahami visi da misi partainya. Dalam bidang kepegawaian , pembekalan diberikan kepada para calon pegawai baru.
i)        Konferensi
Konferensi adalah rapat atau pertemuan untuk berunding atau bertukar pendapat mengenai suatu masalah yang dihadapi bersama.
j)        Munas
Munas atau musyawarah nasional adalah suatu musyawarah, perundingan atau rapat perundingan yang bersifat nasional yang dihadiri oleh berbagai perwakilan dari seluruh Indonesia untuk membicarakan suatu masalah demi kepentingan nasional. Misalnya : Musyawarah golongan karya, musyawarah himpunan pengusaha muda Indonesia.
k)      Lokakarya
            Lokakarya adalah suatu acara dimana beberapa orang berkumpul untuk memecahkan masalah tertentu dan mencari solusinya. Sebuah lokakarya adalah pertemuan ilmiah yang kecil.
l)        Rapat Kerja
Rapat kerja adalah pertemuan wakil-wakil eselon dari suatu instansi untuk membahas masalah yang berkaitan dengan tugas dan fungsi instansi tersebut. Biasanya yang dibahas adalah program kerja dengan arah pembicaraan untuk mengusahakan keputusan yang membawa hasil yang baik untuk dilaksanakan. Biasanya rapat ini dipimpin oleh kepala instansi disertai dengan pengarahan yang mengacu ke pencapaian target atau tujuan.
m)    Kolokium
Kolokium tidak diawali dengan pidato. Para pakar diundang hanya untuk memberikan jawaban atas pertanyaan yang diajukan oleh peserta mengenai topik yang telah ditentukan. Para pakar hanya menjawab pertanyaan. Dalam hal ini pembicaraan dikendalikan oleh moderator yang mengarahkan ke tujuan pembicaraan. Oleh karena itu, komitmen moderator terhadap tujuan dan kepandaian mebaca arah dan isi pembicaraan sangat diperlukan. Bahkan, tak jarang jika secara implicit moderator harus pandai arah pertanyaan peserta dan jawaban narasumber.
n)      Cawan Ikan
Cawan ikan merupakan bentuk diksusi yang unik dengan konstruksi tempat duduk seperti cawan melengkung atau mangkuk dengan moderator di tengah dan di sebelah kanan moderator duduk seorang ahli atau pakar dan sebelah kiri moderator terdapat tiga kursi kosong.
o)      Debat
Debat berarti berbicara kepada lawan bicara untuk beradu pendapat, prinsip, argumen, konsep, atau yang lain dengan tujuan untuk memenagkan pendapat sendiri.. Secara sederhana debat dapat diartikan tukar pikiran tantang suatu masalah dengan saling memberi alasan yang diutamakan. Inti debat adalah memenangkan pendapat sendiri. Dalam pelaksanaannya dapat dilakukan satu demi satu tetapi dapat juga kelompok demi kelompok, bergantung pada kebutuhan dan kondisi lingkungan.
p)      Sumbang Saran
Sumbang saran merupakan semacam metode memecahkan masalah yang setiap anggotanya diberi kesempatan untuk mengusulkan dengan cepat kemungkinan pemecahan masalah yang dihadapi. Metode ini tidak menghendaki kritik.

 




 

BAB III

PENUTUP

A.     Kesimpulan


Diskusi adalah perundingan atau pembicaraan, sedangkan dalam bahasa Indonesia, sebagai istilah, diskusi berarti proses bertukar pikiran antara dua orang atau lebih tentang suatu masalah untuk mencapai tujuan tertentu.
Kegiatan diskusi dapat dilakukan oleh dua orang ataupun lebih, puluhan, bahkan ratusan atau ribuan, dalam situasi resmi ataupun tak resmi; dengan persiapan yang matang dan terencana disertai dengan aturan yang jelas, atau kegiatan berbicara di tempat tak resmi dengan tujuan tertentu; berbicara boleh berbeda; tetapi tetap merupakan satu kesatuan,; menghasilkan ide-ide meskipun berbeda, tetapi tetap satu tujuan, bukan kehendak pribadi, melainkan tujuan kelompok, diwarnai dialog, tanya jawab, atau saling tukar pendapat, beradu argumentasi dengan bukti dan alasan, boleh ada penolakan pendapat atau gagasan, memberi tanggapan, saran, kritik, dan usul, di sisi lain dapat dikemukakan informasi lengkap dan terperinci membawa hasil baik berupa kesimpulan, kesepakatan, pemikiran alternatif, dan lain-lain sebagai hasil pemikiran bersama.

 

B.     Saran

1.       Dalam berdiskusi seorang pelajar perlu memperhatikan topik yang dibahas agar dapat mengeluarkan/mengemukakan pendapatnya.
2.       Dalam membuat suatu karya tulis pelajar harus betul-betul memahami topik yang akan di angkat sebagai tema suatu karya tulis.

Hai Indonesia