Makalah Diskusi

alt/text gambar alt/text gambar alt/text gambar alt/text gambar

4 x 6 Atau 6 x 4?

Ikut menanggapi "4 x 6 atau 6 x 4".
Unik, ya masalah ini membuat perdebatan antara 2 profesor ternama, dosen ITB dengan Prof. Yohanes Surya.
Menurut saya ini bukanlah masalah penyampaian bahasa. Walaupun dengan penekanan intonasi kedua hal tersebut menjadikan hal yang berbeda, namun titik fokus perbedaannya itu bukan di situ.
Benar bahwa Matematika itu berdasarkan kesepakatan, mengapa 2 + 2 itu 4, mengapa bukan angka lain? Kenapa bukan 5 aja atau 3 gitu? Dan kalau 4, sebenarnya 4 itu apa sih? Bukan menyalahkan tanggapan orang lain, yang pernah postingin begitu, namun saya sedikit menanggapi.
Menurut saya ini berkaitan dengan titik atau sudut pandang.
Saya kasih nih satu contoh.
Ada deretan kursi di sebuah antrean nih misalnya. Deretan paling depan terdapat 8 bangku. Di belakangnya juga ada 8 bangku. Begitu juga di belakang deretan bangku tersebut sampai deretan keenam dari deretan bangku terdepan. Berarti, terdapat 48 bangku dong?
Nah, pada saat itu ada dua orang mengamati bangku-bangku tersebut. Sebut saja namanya A dan B. Waduh, kayak koran aja tuh pakek bahasa kayak gitu. Iya, tak apa. 
Si A mengamati bangku-bangku itu dari depan sedangkan si B dari belakang. Wedeh, sama aja dong. Maksud aku itu dari samping, terserah deh dari kanan atau kiri, terserah ama pembaca.

Si A bilang, bangkunya ada 48, yakni 8 x 6. Kalau menurut si B, juga 48, tapi katanya 6 x 8. Terus, mereka berdebat.
Menurut A 8 x 6 karena fokus dia itu atau sudut pandang dia itu ada pada bangku terdepan. Kenapa? Ya, karena dia berada pada posisi depan. Tentunya menghadap deretan bangku dong. Trus, kalau B? Iya, dia fokus atau sudut pandangnya ada di bagian samping. Kan gak mungkin kalau dia di samping dia bilang 8 x 6?
Menanggapi jawaban Prof. Yohanes Surya, saya setuju atas pendapat beliau. Permasalahannya bukan mana yang bener atau yang salah, tapi yang mana yang disepakati.
Ada 2 kotak, di dalamnya ada 4 buah jeruk. Nah, kalau disuruh menghitung jeruknya, saya akan mengatakan "Pak, ada 8 jeruk, yaitu 4 + 4 atau 2 x 4." Kenapa pakek pak, ya? Ok, buk juga boleh. 
Artinya, saya mau bilang kalau keduanya itu mempunya sudut pandang yang berbeda namun satu jawaban. Maka, dibuatlah kesepakatan. Itulah Matematika.
Ok. Jawaban dari saya menanggapi permasalahan tersebut bahwa 4 x 6 itu sama saja dengan 6 x 4. Terbukti dari hasil keduanya yang sama yakni 24. Sekarang untuk menyamakan pendapat maka jawaban yang digunakan adalah jawaban yang telah disepakati, bukan ngotot dengan jawaban atau sudut pandang atau fokus atau apalah namanya.
Terima kasih.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar